Kamis, 02 Juli 2009

Bab 11

Sistem Informasi dan Manajemen Rantai Pasokan

Manajemen rantai pasokan ( Supply Chain Management )
Manajemen rantai pasokan ( MRP ) adalah proses integrasi bisnis dari pengguna akhir sampai supplier pertama yang mana menyediakan produk, jasa, dan informasi untuk menambah nilai konsumen. ( Menurut Levi & Weitz ,2002 : h318 )

Manajemen rantai pasokan ( MRP ) merupakan kegiatan pengelolaan kegiatan-kegiatan dalam rangka memperoleh bahan mentah, mentransformasikan bahan mentah tersebut menjadi barang dalam proses dan barang jadi, dan mengirimkan produk tersebut melalui sistem distribusi. (Menurut Bowersox,Closs & Cooper,2003 : h4 )
Manajemen Rantai Suplai (Supply chain management ) adalah sebuah ‘proses payung’ di mana produk diciptakan dan disampaikan kepada konsumen dari sudut struktural. Sebuah supply chain (rantai suplai) merujuk kepada jaringan yang rumit dari hubungan di mana organisasi mempertahankan dengan rekan bisnisnya untuk mendapatkan sumber produksi dalam menyampaikan kepada konsumen.( Menurut Kalakota, 2000, h197)
Manajemen Rantai Suplai adalah koordinasi dari bahan, informasi dan arus keuangan antara perusahaan yang berpartisipasi. Manajemen rantai suplai bisa juga berarti seluruh jenis kegiatan komoditas dasar hingga penjualan produk akhir ke konsumen untuk mendaur ulang produk yang sudah dipakai. ( Sumber : Internet )
Manajemen rantai suplai ialah pendekatan antar-fungsi (cross functional) untuk mengatur pergerakan material mentah kedalam sebuah organisasi dan pergerakan dari barang jadi keluar organisasi menuju konsumen akhir. Sebagaimana korporasi lebih fokus dalam kompetensi inti dan lebih fleksibel, mereka harus mengurangi kepemilikan mereka atas sumber material mentah dan kanal distribusi. (Sumber : Internet )
Tujuan dari manajemen rantai suplai ialah meningkatkan kepercayaan dan kolaborasi diantara rekanan rantai suplai, dan meningkatkan inventaris dalam kejelasannya dan meningkatkan percepatan inventori. ( Sumber : Internet )
Tujuan yang hendak dicapai dari setiap rantai suplai adalah untuk memaksimalkan nilai yang dihasilkan secara keseluruhan (Chopra, 2001, h5). Rantai suplai yang terintegrasi akan meningkatkan keseluruhan nilai yang dihasilkan oleh rantai suplai tersebut. ( Sumber : Internet )
(Menurut Turban, Rainer, Porter, 2004 : h321), terdapat 3 macam komponen rantai suplai, yaitu:
1. Rantai Suplai Hulu/Upstream supply chain
Bagian upstream (hulu) supply chain meliputi aktivitas dari suatu perusahaan manufaktur dengan para penyalurannya (yang mana dapat manufaktur, assembler, atau kedua-duanya) dan koneksi mereka kepada pada penyalur mereka (para penyalur second-trier). Hubungan para penyalur dapat diperluas kepada beberapa strata, semua jalan dari asal material (contohnya bijih tambang, pertumbuhan tanaman). Di dalam upstream supply chain, aktivitas yang utama adalah pengadaan.
2. Manajemen Internal Suplai Rantai/Internal supply chain management
Bagian dari internal supply chain meliputi semua proses pemasukan barang ke gudang yang digunakan dalam mentransformasikan masukan dari para penyalur ke dalam keluaran organisasi itu. Hal ini meluas dari waktu masukan masuk ke dalam organisasi. Di dalam rantai suplai internal, perhatian yang utama adalah manajemen produksi, pabrikasi, dan pengendalian persediaan.
3. Segmen Rantai Suplai Hilir/Downstream supply chain segment
Downstream (arah muara) supply chain meliputi semua aktivitas yang melibatkan pengiriman produk kepada pelanggan akhir. Di dalam downstream supply chain, perhatian diarahkan pada distribusi, pergudangan, transportasi, dan after-sales-service.
Sistem Informasi Usaha Eceran

Sistem informasi sangat penting bagi manajer usaha eceran. Dimana ia harus dapat mengelola usahanya dengan mengamati aktiva-aktiva berwujudnya-barang dagangan, cash register, ruangan, dan arus pelanggan. Manajer menggunakan banyak laporan atau tampilan informasi untuk mencerminkan kondisi fisik perusahaan. Dapat dibayangkan dengan mudah bagaimana direktur Wal-Mart atau Sony atau Nestle hamper sepenuhnya harus mengandalkan informasi. Para eksekutif ini sangat mungkin menganggap informasi sebagai sumber daya mereka yang paling berharga. (Menurut McLeod & George Shell, 2004 : h3)

Kegunaan komputer dan proses data elektronik telah membuat kemungkinan development dalam sistem informasi eceran / Retail Information System ( RIS ). Sistem koleksi data telah dirancang untuk proses dan menyimpan informasi sehingga sistem ini berguna untuk proses manajer dalam mengambil keputusan. (Menurut Melvin & Harriet, 1992 : h609 )

Elemen utama dalam RIS adalah data base sentral yang menyimpan info. Melalui kegunaan perantara seperti registrasi kas yang terkomputerisasi, data dimasukkan ke data bank dan dapat dibuka kembali ketika dibutuhkan. Informasi tersebut berada pada database eceran yang tipikal termasuk catatan penjualan, persediaan, pembelian, data konsumen, utang piutang dan data lainnya. (Menurut Melvin & Harriet, 1992 : h609 )

Untuk melaksanakan sistem ini, pengecer menempatkan semua data – data dan catatan di data bank. Ini menjadi informasi yang penting dimana informasi ini diulang, di update, atau dirubah ketika diperlukan. Untuk mengupdate , yang mana menambah, menghapus atau merubah data sangat penting pada informasi untuk lebih berguna. Informasi baru itu didapatkan melalui proses penjualan, persediaan dan catatan personal. (Menurut Melvin & Harriet, 1992 : h609 )




Data dibuat khusus kepada manajer melalui terminal yang ada di beberapa departemen & kantor. Terminal ini dihubungkan pada data bank dan terminal menampilkan informasi pada layar video. Hasilnya, manajemen berhasil mendapatkan informasi tanpa harus menunggu hasil yang tertulis. Bagaimanapun, variasi tertulis tetap dibutuhkan seperti gambar dibawah ini :




























Sistem informasi elektronik / Electronic Information System ( EIS ) dirancang khusus dan disesuaikan dengan keperluan para eksekutif perusahaan. Walaupun ketertarikan pada EIS meningkat sangat sedikit pengecer menggunakan sistem ini. Ada beberapa paket software yang tersedia, tetapi masalah utama dgn pelaksanaan sistem ini adalah keengganan para eksekutif dalam memakai sistem ini. ( Menurut Levi & Weitz ,2002 : h609 )

Teknologi informasi memungkinkan pembagian cepat dari data permintaan dan penawaran. Dengan membagi informasi di seluruh rantai suplai ke konsumen akhir, kita bisa membuat sebuah rantai permintaan, diarahkan pada penyediaan nilai konsumen yang lebih. ( Menurut Harrison, Logistic and Supply Chain )

Tujuannya adalah mengintegrasikan data permintaan dan suplai jadi gambaran yang akuarasinya sudah meningkatdapat diambil tentang sifat dari proses bisnis, pasar dan konsumen akhir. Integrasi ini sendiri memungkinkan peningkatan keunggulan kompetitif. Jadi dengan adanya integrasi ini dalam rantai suplai akan meningkatkan ketergantungan dan inventori minimum. ( Menurut Harrison, Logistic and Supply Chain )

Keuntungan strategi yang diperoleh dari manajemen rantai pasokan :
( Menurut Levi & Weitz ,2002 : h319 )
1. Membutuhkan dukungan melalui peningkatan ketersediaan produk sehingga dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.
2. Meningkatkan pengembalian melalui investasi.

Keuntungan dari manajemen rantai pasokan ( Meurut Bowersox, Closs & Cooper,2003 : h7 ) :
1. Mengurangi inventory barang dengan berbagai cara.
 inventory merupakan bagian paling besar dari asset perusahaan yang berkiasar 30 – 40 %
 Biaya penyimpanan barang : 20 - 40 % dari nilai barang yang disimpan
 Perlu usaha dan cara mengurangi biaya penimbunan barang di gudang



2. Menjamin kelancaran penyediaan barang
 Kelancaran mulai pabrik pembuat, supplier, perusahaan sendiri, wholesaler, retailer, sampai final customer.
 Perlu dikelola dengan baik rantai yang panjang, aliran bahan baku sampai barang jadi dan diterima pelanggan.
3. Menjamin mutu
 Mutu barang jadi ditentukan tidak hanya oleh proses produksi barang tersebut, tetapi oleh mutu barang mentah dan mutu keamanan dan pengiriman
 Jaminan mutu ini juga merupakan rangkaian mata rantai panjang yang harus dikelola dengan baik.

Keuntungan dari sistem informasi usaha eceran / Retailing Information System (RIS) : ( Menurut Melvin & Harriet, 1992 : h610 )
• Informasi dikumpulkan secara terus – menerus.
• Data tersedia pada kapanpun.
• Informasi khusus dapat digunakan kapan dan dimanapun informasi tersebut diperlukan.
• Ketika masalah bermunculan, manajemen memiliki kesepakatan unutk memutuskan secara cepat.
• Penelitian dapat terjadi secara terus – menerus.
• Objek pengecer menyediakan dasar garis pedoman sebagai apa informasi itu dibutuhkan dan dikumpulkan.

Kerugian dari RIS : ( Menurut Melvin & Harriet, 1992 : h611 )
• Biaya lebih mahal.
• Sulit untuk dioperasi tanpa orang yang ahli.
• Jumlah yang lebih banyak dari data yang dibuat dapat membuat masalah dalam pengambilan keputusan.




Kemampuan mengembangkan produk ( Menurut Levi & Weitz ,2002 : h319 )
Keinginan dan selera konsmen selalu berubah dengan cepat. Para pengecer haruslah mengetahui keinginan konsumen dengan memberikan persediaan yang lebih banyak.
Contohnya : beberapa tahun lalu sebuah perusahaan kamar mandi memproduksi 3 jenis handuk dalam 5 warna. Sekarang mereka memilii 2 kali lipat lebih banyak variasi dari handuk tersebut ditambah horden, tempat gosok gigi, keranjang sampah dan asesoris lainnya dimana semua memiliki warna dan bentuk yang berbeda. Ini berarti bahwa pertambahan persediaan harus benar – benar dimanage dan di distribusikan atau jika tidak biaya perusahaan akan tinggi daripada penjualan.

Meningkatkan ROI ( Return On Investment ) (Menurut Levi & Weitz ,2002 : h320)
Salah satu alat untuk mengukur performa pengecer adalah kemampuan untuk menargetkan ROI ( Return On Investment ) dengan manajemen persediaan yang efisien akan meningkatkan pendapatan dan penjualan serta dapat menurunkan total asset. Penjualan dapat meningkat dengan memberikan berbagai macam produk yang akan membuat konsumen puas. Pendapatan dapat meningkat dengan cara menngkatkan gross margin atau mengurangi biaya – biaya.
Contohnya : Baju sutra yang ingin dijual oleh Perez, pengecer lain dengan data konsumen yang kuat akan memberikan informasi tentang konsumen yang meinginkan baju sutra termasuk didalamnya warna dan model yang diinginkan. Pengecer tidak akan hanya menyimpan baju – baju ini tetapi akan membujuk konsumen pada toko – toko dengan promosi dan contoh – contoh model yang akan dikirimkan kerumah mereka. Sistem informasi antara pembelian bahan baku dan penjual keliling akan memberikan keuntungan pada kesempatan membeli dan mendapatkan baju sutra dengan harga yang rendah maka dari itu dapat meningkatkan gross margin. Keadaan ini dapat menurunkan biaya dengan cara mengkoordinasi pengiriman serta biaya pemotongan. Distribusi pengecer akan lebih efisien apabila barang diterima, disipakan untuk dijual dan mendistribusikan ketoko – toko dengan biaya yang lebih rendah.




Arus Informasi ( Menurut Levi & Weitz ,2002 : h321 )
Arus informasi sangat komplek bagi pengecer walaupun perez kecewa pada toko baju sutra tersebut tapi dia berhasil menjual sepasang celana jeans guess? . penjualan ini memberikan beberapa informasi melalu sebuah sistem :
1. Penjualan dilakukan dengan menggunakan barcode pada celana jeans.
2. Informasi penjualan disimpan pada POS ( Point Of Sale ) dan akan dikirim kepada penjual. Penjual menggunakan informasi untuk meningkatkan penjualan, memutuskan dan meningkatkan pemasaran dimasa yang akan dating.
3. Informasi pembelian akan langsung diberikan kepada penjual kelling menggunakan sebuah sistem yaitu Electronic Data Interchange ( EDI ) dimana sistem ini melakukan pertukaran bisnis dokumen dari pengecer kepada penjual keliling melalui computer dan sebaliknya.
4. Penjual berkomunikasi dengan penjual keliling berhubungan dengan penjualan dan barang dagangan.
5. Penjual berkomunikasi dengan pusat distribusi untuk mengkoordinasi pengiriman dari penjual keliling kepada toko – toko, mengecek persediaan dan seterusnya.
6. Manajer gudang juga berkomunikasi dengan pusat distribusi untuk menkoordinasi pengiriman dan mengecek persediaan.














Supply Chain Solution ( Menurut Burt, Dobler & Starling,2003 : h202 )
Secara umum, MRP memiliki 4 kategori dasar :
• Perencanaan penawaran alat – alat yang dapat membantu untuk mengumpulkan semua sumber – sumber dan aktivitas yang dibutuhkan untuk mendapatkan yang terbaik di pasar.
• Perencanaan permintaan alat – alat untuk membantu perusahaan mengantisipasi permintaan pasar untuk produk mereka dengan menggunakan model sophistical dan analisis statistic.
• Merencanakan skedul alat – alat untuk mewujudkan seluruh kebutuhan penawaran dari hari ke hari perencanaan produksi.
• Sistem logistic alat – alat yang mendukung management pergudangan, transportasi dan manajemen pemesanan.

Data Warehousing ( Data Pergudangan )
( Menurut Levi & Weitz ,2002 : h322 )
Data dikumpulkan untuk mengetahui titik penjualan agar dapat menjadi data base yang besar lalu juga menjadi data pergudangan.
Data pergudangan itu terkoordinasi dan penduplikasi data secara periodik dari berbagai macam sumber, untuk keduanya dan diluar perusahaan, untuk mejadi peralatan yang siap digunakan untuk menganalisis dan memproses informasi. Data pergudangan berpindah dari satu orang ke yang lain, dengan program kesetiaan pelanggan. Data biasanya diperoleh dari partisipasi pelanggan dalam program kesetiaan pelanggan melalui kartu member / identifikasi. Biasanya data toko berada di dalam data pergudangan dan menggunakan targetnya adalah kesetiaan pelanggan.

Data pergudangan retail biasanya selalu menghasilkan data yang spesifik untuk setiap toko. Tipikal tersebut menjadi informasi pelanggan sama dengan data transaksi, alamat, telepon, demografi, psychographics dan gaya hidup.
Wal-mart, dalam hal ini menggunakan dengan baik data pergudangan ini. Estimasi yang sulit dimana ini merupakan ukuran kedua untuk pemerintahan US.
Selebihnya, Wal-mart mengalami hubungan data untuk merchandising dan pengambilan keputusan took. Masalah yang dihadapi toko ini adalah toko terlalu dimana terkadang pelanggan kesulitan menemukan barang yang diinginkan.
Lalu setelah analisis tersebut, WalMart mengubah lokasi tradisional dari beberapa barang :
• Sejak pisang merupakan produk yang laku di America’s grocery arts, Walmart Supercenters menjual pisang bersebelahan dengan jagung serpihan ( untuk membantu menjual cereal ).
• Tissue kleenex merupakan tissue yang sangat bagus dan selalu dipasangkan dengan obat yang dingin.
• Busa merupakan alat kebutuhan rumah tangga dan ditempati di samping Crisco shortening.
• Senter merupakan sebuah perangkat keras dan selalu bersama dengan kostum Halloween.
• Snack little debbic bersebelahan dengan kopi.

( Menurut Burt, Dobler & Starling,2003 : h200 )
Data gudang meliputi cara / jalan untuk perusahaan dan lebih penting lagi, memusatkan data terpilih secara elektronik. Contoh : Sebuah universitas yang menyimpan sejumlah data gudang yang berisi informasi pelajar.

Andai kata seorang professor ingin mengakses informasi tingkatan untuk semua siswa selama 6 bulan untuk kelulusan, jadi professor tersebut dapat merencanakan pesta kelulusan untuk para senior, yang harus dilakukan professor adalah tentang data warehouse, setelah menggunakan password untuk masuk ke dalam data pergudangan. Semua proses memakan waktu sekitar 5 menit.

Sekarang sistem yang mana professor tersebut harus mengisi formulir kelulusan dan memakai surat kampus untuk mengirimkan permintaan ke departemen SIM manajemen universitas.


SIM menerimanya pada keesokan harinya, kemudian permintaannya diproses 1 hari. Pada akhirnya karyawan SIM pergi ke departemen dan mencetak informasi permintaan professor. Dokumen tersebut dikirim kembali melalui surat kampus ke professor. Proses tersebut memakan waktu minimal 4 hari. Pada akhirnya, bayangkan betapa tidak efisiennya ketika bekerja dengan data rantai pasokan dan anda harus mempunyai pegangan untuk barang yang telah digunakan sebelum data warehouse.
Dari perspektif cara mengatur fakta asset informasi, data pergudangan dan ERP memiliki kesamaan dan tujuan.

( Menurut Bowersox,Closs & Cooper,2003 : h380 )
Sebuah gudang adalah yang identik dengan menggambarkan sebuah temapt dimana untuk menaruh persediaan. Secara fungsional pergudangan dapat lebih digambarkan sebagai bauran persediaan.

Fungsi dari Pergudangan ( Menurut Bowersox,Closs & Cooper,2003 : h382 )
Keuntungan ekonomi dari pergudangan terjadi ketika seluruh biaya logistik dapat dikurangi. Sebagai contoh, jika penambahan sebuah gudang sistem logistik dapat mengurangi seluruh biaya transportasi dengan sejumlah hal daripada investasi yang diperlukan dan biaya operasional, dan kemudian total biaya akan dikurangi.
Lima hal mendasar dari keuntungan ekonomi :
• Consaridation and Break Bulk
Keuntungan ekonomi dari konsolidasi dan break bulk adalah untuk mengurangi biaya transportasi dengan menggunakan kemampuan gudang untuk meningkatkan ekonomi pengiriman. Di dalam konsolidasi, gudang menerima beban – beban dari suatu sumber, dimana sumber itu digabungkan ke dalam pengiriman yang besar ke tujuan yang spesifik seperti pelanggan.
• Assortment ( Kekuasaan – kekuasaan )
Keuntungan mendasar dari bermacam – macam adalah untuk membentuk muatan – muatan seperti aliran dari asalnya ke tujuan. Ada beberapa tipe dari bermacam – macam ini yaitu : crossdocking dan kumpulan yang biasanya perluasannya dipakai di sistem logistik.



• Postponement ( Penundaan )
Pergudangan juga bisa menunda komitmen pada konfigurasi produk ahir dengan melengkapi pengemasan terakhir, melabel, dan manufaktur.
Contohnya : Sayuran dapat diproses dan dikalengkan di tempat pemrosesan terbuka.
• Stock Pilling ( Penimbunan barang )
Keuntungan ekonomi langsung dari penimbunan barang adalah untuk mengakomodasikan produksi atau permintaan.
Contoh : Toko perabot memproduksi barang setiap tahun, tetapi penjualannya pada periode tertentu saja.
• Reverse Logistics ( Pemunduran logistik )
Kebanyakan dari pekerjaan fisik berhubungan dengan produk ulang, reklamasi,dan pembuangan kelebihan stok dan bahaya dari persediaan adalah kegiatan di pergudagan.

Keuntungan dari menggunakan teknologi dalam manajemen penawaran : (Menurut Burt, Dobler & Starling,2003 : h181 )
Keuntungan dari penggunaan e-commerce teknologi adalah untuk mengendalikan aktivitas penawaran perusahaan :
• Membantu memberikan informasi tentang fluktuasi permintaan pelanggan.
• Membantu menciptakan kolaborasi diantara member rantai pasokan dan kegunaan suatu daerah untuk mendesign suatu produk baru dan service ( pelayanan ).
• Membantu kecepatan penyampaian informasi untuk merubah design suatu produk dan pencocokannya. Spesifikasi, gambaran dan proses perubahan merupakan penyebaran elektronik, efisien dan efektif.
• Memungkinkan perusahaan untuk dapat bertukar informasi mengenai kualitas produk.
• Mengindentifikasi supplier baru melalui koneksi internet.
• Membandingkan potensi supplier dengan cepat dengan menggunakan beberapa kriteria, meliputi kualitas, harga dan pengiriman.
• Peningkatan kecepatan dan akurasi dengan bisnis dapat mempermudah pertukaran informasi.

• Menyediakan variasi luas untuk memilih daripada perdagangan tradisional. Manager penawaran dapat mempertimbangkan beberapa produk dan jasa dari variasi yang luas dari penjualan.
• Menyediakan
• Pelayanan 24/7 ( @4 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu )
• Menekan biaya dari pemesanan barang. Rata – rata biaya untuk memproses biaya pemesanan barang diantara $80 sampai $150. Dengan begitu dapat secara otomatis mengurangi biaya pemesanan barang turun kurang lebih sekitar $20.

Kerugian dari menggunakan teknologi dalam manajemen penawaran : dari manajemen penawaran : (Menurut Burt, Dobler & Starling,2003 : h182 )
• Biaya dan keuntungan susah untuk dihitung. Ini membuat kebingungan yang dahsyat dimana para manajer penawaran harus focus terhadap upaya mereka dan sumber-sumbernya.
• Biasanya, e-commerce memerlukan pendidikan yang tinggi tentang penawaran yang professional dimana professional ini susah ditemukan, direkrut, didapatkan dan dijaga.
• Secara rutin memerlukan relasi intergrasi database yang menarik, standar, sistem data akumulasi dan perangkat lunak.
• Mengembangkan perusahaan dapat membuat banyak sekali isu global. Peredaran konversi, tarif, impor dan pembatasan ekspor, bermacam bisnis local, dan hokum dari masing-masing Negara dimana disamping supplier dapat membuat e-Commerce internasional menjadi susah.
• Biaya memasuki beberapa e-commerce mengatur ulang rantai pasokan bisa dieliminasi atau perusahaan kecil dimana lagipula perusahaan akan menjadi supplier yang bagus.
• Perlawanan perubahan akan tinggi. Karyawan, pelanggan dan supplier dimana mereka menyesuaikan diri dalam membantu bisnis dengan metode tradisional seperti telepon, fax dan face to face.
• Kesuksesan dapat diartikan sebagai penurunan pada manajemen persediaan, jika secara individu berpandangan sebagai transaksi yang sudah digantikan oleh aplikasi e-commerce.

Terdapat 4 bentuk di dalam manajemen penawaran : ( Menurut Burt, Dobler & Starling,2003 : h16 )
1. Generation of Requirements
Generation of Requirements adalah sebuah aktivitas kritikal yang menurut hasil di dalam indifikasi material yang material optimal dan jasa untuk pembelian, bersamaan dengan perusahaan dengan spesifikasinya dan pernyataan pekerjaan yang menurut syarat tersebut.
2. Sourcing / sumber - sumber
Objek dari sistem ini adalah identifikasi dan seleksi dari biaya, kualitas, teknologi, waktu yang tepat, kepercayaan, supplier dan jasa terbaik dari keperluan perusahaan.
3. Pricing / Penetapan harga
Objek ini penetapan harga adalah harga dari departemen yang mendapat penghargaan dari supplier atas usahanya dan yang mana hasil total cost terendah dari kepentingan pelanggan.
4. Post – Award Activities
Aktivitas penting ini menjamin bahwa penerimaan perusahaan atas apa yang dipesan tepat waktu dan harga kualitas ditentukan. Post – award activities termasuk departemen supplier, asisten teknikal, pemecah masalah dan kontrak manajemen.

( Sumber Internet terjemahan dari buku Sunil Chopra & Peter Meindl, Bab 3 )
Untuk mengerti bagaimana perusahaan dapat meningkatkan kinerja Rantai Pasokan untuk menghasilkan Responsifitas dan Efesiensi, Maka kita harus menguji terlebih dahulu mengenai logistik dan Penggerak Rantai Pasokan antar Organ Fungsional Perusahaan, seperti Fasilitas, inventory, transportasi, sourcing dan Kebijakan Harga. Penggerak ini akan menggerakkan Satu sama Lain dan dapat menghasilkan kinerja rantai pasokan dengan didasarkan prinsip responsif dan efisien. Struktur dari para penggerak ini dihasilkan dari bagaimana strategi yang sesuai yang diterapkan pada antar Rantai Pasokan.


Pertama-tama kita mendefinisikan setiap penggerak dan mendiskusikannya, mengenai pengaruh Penggerak tersebut dalam Kinerja Rantai Pasokan:
1. Fasilitas.
Fasilitas adalah lokasi fisik dalam Jaringan Rantai Pasokan yang sebuah Produk tersebut di Simpan, di Rakit, di Produksi. Terdapat Dua tipe utama dalam Fasilitas adalah tempat Produksi dan tempat Penyimpanan. Kepetusan mengenai Penentuan tempat tersebut, akan sangat dipengaruhi pada hal, sebagai berikut: Peran, Lokasi, Kapasitas dan Fleksibilitas dari Fasilitas tersebut, dan hal-hal tersebut akan sangat berpengaruh sangat signifikan pada Kinerja Rantai Pasokan. Sebagai Contoh, Sebuah Distributor Spare Part Mobil dituntut untuk Responsif, maka Distributor tersebut membangun banyak Gudang untuk penyimpanan Spare Part Mobil, agar dapat Dekat dengan Konsumennya, walaupun hal ini akan Berdampak pada menurunnya efesiensi. Sebagai Alternativenya, Efisiensi Dari Distributor dapat terjadi dengan meminimalkan penggunaan Gudang, walaupun kenyataan hal ini berdampak akan menurunkan Responsifitas dari Distributor.
2. Inventori.
Pembahasan dalam Inventori, meliputi: Bahan Baku, Produk Setengah Jadi dan Barang Jadi. Merubah Kebijakan Inventori akan secara dramatis mengubah efisiensi dan Responsifitas dari Rantai Pasokan. Sebagai Contoh, Penjual Baju Retail dapat membuat dirinya menjadi lebih Responsif dengan menyimpan stok Pakaian dalam Jumlah Besar, Sehingga dapat memenuhi Kebutuhan Konsumen akan Pakaian. Penyimpan (Inventori) yang Besar akan meningkatkan Biaya Retail, Sehingga akan mengurangi Efesiensi. Namun apabila dia Penyimpanan (Inventori)-nya dalam Jumlah Kecil mengakibatkan menurunnya Responsifitas.
3. Transportasi.
Transportasi dalam hal ini, adalah memindahkan Persedian (Inventori) dari satu tempat ke tempat lainnya dalam Rantai Pasokan. Transportasi dapat terjadi dalam berbagai bentuk Kombinasi Moda dan Rute, Setiap Kombinasi tersebut memiliki Ciri Karakteristik Kinerjanya masing-masing. Pemilihan Transportasi akan memberikan pengaruh yang besar pada Kinerja dari Rantai Pasokan yaitu mengenai Efisiensi dan Responsifitas. Sebagai Contoh Perusahaan Jasa Pengiriman dapat menggunakan moda Transportasi yang Cepat seperti yang dilakukan Oleh Fed Ex dalam Pengiriman Barang yang Dititipkan. Atau Perusahaan dapat menggunakan moda Transportasi yang Lambat namun dapat digunakan dengan harga yang Murah seperti Penggunaan Moda Transportasi Darat dalam Pengiriman Barang, Membuat Rantai Pasokan Menjadi Efesien namun Membatasi Responsifitasnya.
4. Informasi.
Informasi berisi mengenai data dan analisa mendalam pada Fasilitas, Inventori, Transportasi, Biaya, Harga dan Konsumen yang berada dalam Rantai Pasokan. Secara Secara Potensial, Informasi adalah penggerak Utama dari Kinerja Rantai Pasokan Sebab hal tersebut secara Langsung berpengaruh pada Pengerak Rantai Pasokan Lainnya. Ketersediaannya Informasi terhadap Manajemen akan memberikan kesempatan untuk menjadikan Rantai Pasokan menjadi Lebih Responsif dan Lebih Efesien. Sebagai Contoh, dengan Informasi dalam Rumusan mengenai Permintaan Pelanggan, Perusahaan Farmasi dapat memproduksi dan Menyimpan Obat untuk mengantisipasi permintaan Pelanggan, yang membuat Rantai Pasokan menjadi sangat Responsif karena Pelanggan dapat menemukan Obat yang dia Butuhkan pada saat yang tepat. Informasi Permintaan Konsumen ini menjadikan Rantai Pasokan menjadi lebih Efisien karena Perusahaan Farmasi tersebut dapat dengan lebih baik meramalkan mengenai permintaan Obat sehingga Memproduksi Obat pada Jumlah yang dibutuhkan Saja. Informasi juga memberikan efisien pada Rantai Pasokan dengan menyediakan manajer untuk memilih cara pengiriman, dalam hal ini, Manajer dapat memilih alternatif harga Yang terendah ketika Jasa atau Produk tersebut dibutuhkan.
5. Sourcing.
Sourcing adalah sebuah Pilihan yaitu, siapa yang akan mengerjakan dalam proses Rantai Pasokan, Seperti Produksi, Penyimpanan, Transportasi, atau manajemen Informasi. Pada tingkat yang strategis, keputusan ini menghasilkan Bagian fungsi mana yang akan dikerjakan Sendiri oleh Perusahaan dan Bagian Fungsi Mana yang akan dikerjakan di Luar Perusahaan. Keputusan mengenai Sourcing, akan memberikan pengaruh yang besar pada Rantai Pasokan dalam responsifitas dan Efisien. Sebagai Contoh, Setelah Motorola melakukan OutSource mengenai produksinya dan Melakukan kontra kerja di Cina, hal tersebut memberikan dampak kepada Motorola, yaitu meningkatkan Efisiensi, namun menurunkan Responsifitas (Karena Jauhnya Lokasi Pabrik dengan Tempat Pemasarannya), untuk meningkatkan Responsifitasnya maka Motorola sebagian komponen dari telepon selularnya di buat di Cina, walaupun hal ini, akan meningkatkan Biaya Transportasi. Flextronic, adalah sebuah Perusahaan Outsource yang menangani kontrak manufaktur, yang menawarkan efesiensi dan responsifitas untuk Pelanggan. Sehingga, Flextronic mencoba untuk membuat fasilitas produksinya di Amerika, hal ini dilakukan untuk memberikan responsifitas dan menjaga fasilitas produksi tersebut agar tetap efisien. Flextronic berharap menjadi Perusahaan Outsource Efektif untuk Pelanggannya, dengan menggunakan metode kombinasi fasilitas tersebut.
6. Pricing.
Kebijakan Harga akan menghasilkan bagaimana Perusahaan memberikan harga untuk barang dan jasa yang dihasilkan dari Rantai Pasokan yang ada. Kebijakan Harga akan mempengaruhi tingkah laku dari Pembeli (Pembeli barang atau Jasa), dan hal tersebut akan sangat mempengaruhi kinerja Rantai Pasokan. Sebagai Contoh, Jika seandainya Perusahaan Transportasi menyediakan beragam harga untuk Jasanya yang Berdasarkan Lead Time yang disediakan untuk Pelanggan, Hal ini akan mempengaruhi Pembeli Jasa tersebut, Apabila Pembeli memilih untuk Efisien maka dia akan mengorder secepatnya pada harga Murah dan Jika pelanggan membutuhkan Responsifitas dia tidak akan menunggu dan Pembeli akan melakukan Order sebelum sesaat barang yang di Order tersebut ada. Jika tidak ada kebijakan Lead Time terhadap harga, Maka pemesanan awal akan menjadi suatu pilihan yang lebih baik.

Definisi kami mengenai semua Penggerakan ini adalah berusaha untuk menggambarkan mengenai manajemen logistik dan Rantai Pasokan. Manajemen Rantai Pasokan akan meliputi penggunaan Logistik dan Penggerak antar Fungsional Organisasi, yang bertujuan untuk meningkat surplus dari Rantai Pasokan. Penggerak antar Fungsional akan meningkatkan surplus dari Rantai Pasokan dalam waktu dekat. Ketika Logistik menjadi bagian Penting, maka Rantai Pasokan akan menjadi fokus dari tiga penggerak antar fungsional organisasi.

Hal tersebut menjadi penting untuk menyadari ketiga penggerak Rantai Pasokan Perusahaan ini tidak akan bergerak secara mandiri, namun hal tersebut harus ada interaksi dari semua penggerak Kinerja Rantai Pasokan. Disain dan Operasi Rantai Pasokan yang baik.

Pertukaran data elektronik ( electronic data interchange )
Pertukaran data elektronik ( electronic data interchange ) / EDI adalah pertukaran data bisnis komputer-ke-komputer dari pengecer ke suplier dan sebaliknya suplier ke pengecer. Ada beberapa cara data EDI ditransmisikan melalui proprietary EDI sistem yang dimiliki dan dioperasikan oleh pengecer, penjual keliling, pihak kitiga yang dikenal sebagai Value Added Network (VAN ). EDI data dapat ditransmisikan ke internet melalui extranet. Selain extranet juga ada intranet dimana sistem komunikasi yang dilakukan hanya pada satu perusahaan. ( Menurut Levi & Weitz ,2002 : h325 )

Gambar :



Pertukaran data elektronik ( electronic data interchange ) / EDI adalah transmisi data dalam bentuk yang terstuktur dan dapat dibaca mesin secara langsung dari komputer-ke-komputer di antara beberapa perusahaan. ( Menurut McLeod & George Shell, 2004 : h53)

Pertukaran data elektronik ( electronic data interchange ) / EDI adalah pertukaran elektronik langsung, komputer-ke-komputer, dari data standar bisnis seperti pemesanan pembelian, nota persediaan, faktur diantara kedua organisasi. ( Menurut Burt, Dobler & Starling,2003 : h185 )

Pertukaran data elektronik ( electronic data interchange ) / EDI adalah pertukaran komputer-ke-komputer dari dokumen bisnis dalam format standar untuk memfasilitaskan transaksi yang sempurna. ( Meurut Bowersox,Closs & Cooper,2003 : h205 )

Internet EDI
Dengan menggunakan internet EDI melalui komputer, memudahkan para pengecer berhubungan dengan para supliernya. ( Menurut Levi & Weitz ,2002 : h327)

Penyebaran internet dalam melayani para pemgguna internet seperti Netscape dan Internet Explorer telah memperluas kesempatan dan kemampuan untuk menukar informasi antara perusahaan dari segala bidang.
Internet merupakan informasi rantai pasokan yang cepat untuk mentransmisikan pilihan peramalan pemesanan, produk update dan informasi penyimpanan. ( Meurut Bowersox,Closs & Cooper,2003 : h210 )

Internet dapat digunakan untuk aplikasi bisnis apapun yang melibatkan komunikasi data, termasuk komunikasi baik didalam perusahaan maupun dengan lingkungannya. Banyak perusahaan menggunakan internet untuk komunikasi internal, suatu aplikasi yang disebut intranet. Internet menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan berbagai jenis jaringan yang telah digunakan perusahaan selama bertahun – tahun. ( Menurut McLeod & George Shell, 2004 : h65)



Internet memiliki dampak yang lebih besar pada komunikasi berbasis komputer daripada perkembangan yang lain, dan ia telah menghasilkan aplikasi khusus seperti intranet dan extranet. Secara sederhana, internet hanyalah kumpulan jaringan yang dapat saling berhubungan. Jika anda memiliki LAN disuatu kantor dan LAN dikantor lain, anda dapat menggabungkan keduanya dan itu akan menciptakan suatu internet. ( Menurut McLeod & George Shell, 2004 : h222)

Kolaborasi, perencanaan, peramalan dan penambahan. ( Colaboration, Planning, Forecasting and Replenishment / CPFR ) membust EDI ke level yang baru. Popular pada industri makanan dan obat – obatan. CPFR ini merupakan sistem manajemen persediaan dimana pengecer akan mengirimkan informasi kepada pabrik dan pabrik akan menggunakan data untuk mendirikan penambahan peramalan yang akan memberitahukan kepada pengecer sebelum eksekusinya. ( Menurut Levi & Weitz ,2002 : h328 )

Internet adalah fenomena perubahan di dalam komputerisasi dan telekomunikasi. Internet telah menjadi jaringan terbesar dan paling penting dari jaringan yang ada sekarang, dan telah berevolusi ke dalam information superhighway dunia. Internet berkembang pesat seiring dengan bisnis dan organisasi yang lain dan pemakainya, computer – computer, dan gabungan jaringan pada web dunia. Ribuan bisnis, pendidikan dan penelitin jaringan sekarang terhubung dengan jutaan sistem computer dan pengunanya lebih dari 200 kota. Internet juga menjadi kunci podium untuk perluasan yang cepat dari daftar informasi dan jasa iklan dan aplikasi bisnis, termasuk gabungan perusahaan dan sistem e-commerce. ( Menurut James A. O’brien ,2004 : h107)

Intranet
Organisasi dapat membatasi akses ke jaringan mereka hanya bagi anggota organisasinya dengan hanya menggunakan intranet. Intranet menggunakan protokol jaringan yang sama dengan internet tetapi membatasi akses ke sumber daya komputer hanya bagi sekelompok orang pilihan didalam organisasi. ( Menurut McLeod & George Shell, 2004 : h222)

Intranet adalah semua network pribadi dimana pemilik aplkasi internet tersebut berada di dalam jaringan lokal. Fasilitas intranet sering penyebaran informasi perusahaan tanpa ada batas – batas dari perusahaan dan terorganisasi. ( Menurut Burt, Dobler & Starling,2003 : h199 )

Intranet adalah sebuah jaringan yang berada di dalam sebuah organisasi yang memakai teknologi internet ( seperti web, browsers dan lain – lain ) untuk melayani sebuah internet dalam perusahaan untuk saling berbagi informasi, berkomunikasi, kolaborasi, dan mendukung proses bisnis. Intranet dilindungi dengan sekuritas seperti password, encryption, dan fire walls. Kedian dapat diakses dengan pengguna yang terdaftar melalui internet. Intranet sebuah perusahaan dapat juga diakses melalui intranet dari pelanggan , supplier, dan mitra bisnis yang lain melalui jaringan extranet. ( Menurut James A. O’brien ,2004 : h110 )

Extranet
Extranet merupakan jaringan kolaborasi yang menggunakan teknologi internet untuk berbisnis dengan supplier, konsumen ataupun pebisnis lainnya. (Menurut Levi & Weitz ,2002 : h325)

Beberapa pemakai jaringan yang sah mungkin berada diluar batas organisasi. Misalnya, satu pemasok mungkin memerlukan akses ke catatan tingkat persediaan. Saat intranet diperluas hingga menyertakan para pemakai diluar organisasi dinamakan extranet. Hanya para pelanggan dan mitra bisnis terpecaya yang dapat akses extranet Karena akses ini memungkinkan penggunaan sistem informasi dan sumber daya computer yang tidak berhubungan langsung dengan komunikasi. Firewall juga digunakan juga digunakan di extranet untuk mencegah pemakai tidak sah mengakses sumber daya computer. ( Menurut McLeod & George Shell, 2004 : h222 )



Sistem extranet memperluas konsep intranet untuk memperluas jaringan koneksi perusahaan kepada jaringan partner bisnis, konsumen pilihan, atau supplier. Terkadang faximile, telepon, surat elektronik, dan karir express menunjukkan jalan bisnis untuk memimpin sampai sekarang, extranet itu seperti kandidat untuk menempatkan secara perlahan dan teknik yang tinggi. Extranet menghubungkan perusahaan melalui supplier atau partner bisnis lainnya. Extranet iui dapat terdiri dari bermacam tipe : jaringan public, network pribadi atau rahasia, atau sebuah dokumen pribadi yang sangat vital (VPN). Keduanya memiliki kesamaan untuk memberkan informasi diantara bebrapa perusahaan. Informasi dalam extranet itu lebih terlindung dari pengguna lainnya atau orang yang tidak berhak untuk informasi tersebut. (Menurut Burt, Dobler & Starling,2003 : h199)

Extranet adalah sebuah jaringan yang memakai teknologi internet untuk menghubungkan bisnis dari intranet dengan intranet dari para pelanggan , supplier atau mitra bisnis lainnya. Perusahaan dapat mendirikan jaringan pribadi secara langsung diantara mereka, atau membuat pengaman pribadi di jaringan internet diantara mereka yang disebut virtual private networks. Perusahaan juga dapat menggunakan internet sebagai jaringan extranet diantara intranet perusahaan dan pelanggan ataupun yang lain, tetapi tetap bergantung kepada password dari data dan sistem fire walls sendiri. ( Menurut James A. O’brien ,2004 : h112 )

Tantangan terhadap EDI
Walau EDI saat ini menarik perhatian di masyarakat bisnis global, ia sedang ditantang oleh suatu peralatan baru yang dinamakan extensible markup language (XML). XML adalah perluasan dari hypertext markup language yaitu kode yang digunakan disebagian besar halaman Web saat ini. Kemampuan yang sangat menarik adalah bahwa XML dapat menyediakan struktus performatan file dan suatu cara untuk menjelaskan dalam file itu. Karakteristik ini akan memungkinkan halaman Web melaksanakan banyak fungsi yang sekarang hanya dilaksanakan oleh EDI. ( Menurut McLeod & George Shell, 2004 : h56 )


Extensible markup language (XML) adalah bahasa komputer yang fleksibel dimana memfasilitaskan pertukaran informasi antara relasi yang jauh dengan aplikasinya dan XML ini diterjemahkan oleh manusia. ( Meurut Bowersox,Closs & Cooper,2003 : h214 )
Pesan dasar XML terdiri dari 3 komponen :
1. Informasi actual yang telah ditransmisikan.
2. data tags
3. DTD ( Document type definition ) atau skema.

Manfaat EDI : ( Menurut McLeod & George Shell, 2004 : h56 )
1. Mengurangi kesalahan
Jika data yang masuk tidak harus diketik dalam sistem, kesalahan pemasukan data dapat sangat dikurangi.
2. Mengurangi biaya
Pengurangan biaya dapat diwujudkan dengan menghilangkan langkah – langkah yang berlebihan, menghapus dokumen – dokumen kertas dan mengurangi tenaga manusia untuk mengantarkan dokumen kertas itu keseluruh organisasi.
3. Meningkatkan efisiensi operasional
Manfaat IOS ( Sistem antar organisasi ) berupa efisiensi internal dan antar organisasi sebagian besar dimungkinkan oleh EDI. Dengan menggantikan dokumen kertas dalam tiap arus dengan dokumen elektronik, banyak peluang untuk peningkatan efisiensi.
4. Meningkatkan kemampuan bersaing
Kombinasi pengurangan biaya dan tampilan prodk yang unik yang dimungkinkan oleh IOS membuat pesaing sulit menyamai produk dan pelayanan perusahaan.
5. Meningkatkan hubungan dengan mitra dagang
Dengan membentu suatu sistem formal dengan para mitra dagang, hubungan baik terbentuk secara alami – sebagai hasil sampingan dai kegiatan bisnis. Semua peserta menyadari bahwa mereka bekerja untuk tujuan yang sama.

6. Meningkatkan pelayanan pelanggan
Kecepatan komunikasi elektronik memungkinkan perusahaan cepat menanggapi pesanan pelanggan dan permintaan jasa. Bila dikombinasikan dengan pengurangan tingkat kesalahan dan kemudahan bagi pelanggan untuk berbelanja produk, hasilnya adalah peningkatan pelayanan pelanggan.

Arus barang dagangan - Logistik
Logistik adalah proses yang terorganisasi dimana mengatur aliran barang dagangan dari sumber pasokan ke vendor, pengrosir atau distributor melalui fungsi proses internal, sampai barang dagangan terjual dan sampai ke tangan pelanggan. ( Menurut Levi & Weitz ,2002 : h329)
















( Menurut Bowersox,Closs & Cooper,2003 : h44 )
Manajemen operasional dari logistik persediaan barang dagangan ini dikhawatirkan dengan adanya perpindahan dan penempatan bahan baku dan barang jadi. Operasi logistic ini dimulai dari penyimpanan barang utama atau bagian komponen dari supplier dan akhirnya ketika diproduksi atau diproses produk tersebut telah sampai ditangan konsumen.
Dari pembelian bahan baku atau komponen, proses logistik menambah nilai dengan memindahkan persediaan ketika dan dimana dibutuhkan. Untuk mendukung proses manufaktur, work-in-process persediaan harus benar – benar berada pada posisinya. Untuk lebih dimengerti sangat baik operasi logistic ini dibagi menjadi 3 area yaitu :
1. Distribusi pasar
Pergerakan dari barang jadi ke pelanggan dinamakan distribusi pasar. Di dalam distribusi pasar ini, konsmen terakhir, pelanggan terakhir merupakan tujuan terakhir.
2. Dukungan manufaktur
Area dari dukungan manufaktur berpusat pada pengaturan work-in-process persediaan seperti arus diantara tahap manufaktur. Dukungan manufaktur berbed dengan distribusi pasar, distribusi pasar menfokuskan pada konsumen dan permintaan industri sedangkan dukungan manufaktur meliputi pergerakan syarat dimana dibawah pengawasan perusahaan produksi.
3. Procurement
Procurement adalah mengenai pembelian dan pengaturan pergerakan di dalam berupa bahan baku peralatan dan persediaan terakhir dari supplier untuk diproduksi diperudangan atau toko pengecer.

Logistik menambah nilai pada proses rantai pasokan ketika persediaan telah diposisikan untuk penjualan. Membuat nilai logistik akan membuat nilai menjadi lebih mahal. Walaupun susah, kebanyakan setuju bahwa kebiasaan ekpenditur untuk menformulasikan logistic di Amerika Serikat mencapai 10,1 % dari $9,96 juta GDP. (Meurut Bowersox,Closs & Cooper,2003 : h32 )

Pusat Distribusi ( Menurut Levi & Weitz ,2002 : h330)
Untuk memahami fungsi logistic di dalam organisasi pengecer, pusat distribusi memberikan beberapa distribusi untuk Sears distribution center : mengkoordinasi transportasi, penerimaan, pengecekan, penyimpanan dan percetakan tiket dan sebagainya.
Manajemen transportasi arus barang dagangan dari penjual keliling kepusat distribusi, penjual mempunyai tradisi bekerja dengan penjual keliling untuk mengetahui aliran barang dagangan, harga, promosi dan penjualan seperti diskon yang didapat apabila pembayaran yang lebih awal. Sekarang, penjual dan karyawannya mendapatkan koordinasi aliran barang dagangan yang lebih banyak kepada toko – toko.

Penerimaan dan pengecekan
Penerimaan merupakan proses perekaman data barang dagangan sesampainya pada pusat distribusi. Pengecekan merupakan proses melihat kembali barang – barang pada data untuk memastikan barang sampai tanpa cacat dan barang dagangan yang dipesan sama dengan barang yang sampai. ( Menurut Levi & Weitz ,2002 : h330)

Penyimpanan dan Pengepakan ulang
Pengepakan merupakan sistem dimana barang – barang dari penjual keliling kepada pusat distribusi dikemas kembali dalam jumlah untuk setiap toko. Barang dagangan yang sudah dikemas dikirim ke bagian lain dari pusat distribusi untuk dikirim ketoko. ( Menurut Levi & Weitz ,2002 : h331)

Ticketing dan Marketing
Merupakan pemberian harga dan identifikas label dan menaruhnya pada barang dagangan. Pada masa yang lalu pengecer seperti sears mempunyai tiket dan identifikasi label pada lantai toko. Sayangnya proses penjuala terganggu apabila barang dagangan yang baru masuk ketoko dan karyawan pengecer menghabiskan waktu mereka hanya untuk memberikan harga dan label. Maka dari itu lebih efisien apabila pemberian harga dan label langsung pada pusat distribusi. ( Menurut Levi & Weitz ,2002 : h332)

Feeling orders
Target penjualan pada perusahaan sears di Michigan mencatat setiap penjualan. Data dicatat oleh penjual dan karyawannya sehingga mereka dapat memberikan penambahan order untuk perusahaan hanes sebanyak semua item dalam toko. Komputer pada pusat distribusi menciptakan pick ticket dimana merupakan dokumen yang memberitahukan seberapa banyak barang untuk didapatkan dari toko. ( Menurut Levi & Weitz ,2002 : h333)



Outsourcing
Untuk mengoptimalkan operasi dan lebih produktif dalam menggunakan asset dan personal, pengecer, mencari fungsi logistik diluar jika fungsi tersebut dapat berfungsi lebih baik atau lebih murah oleh seseorang.
Floor ready merchandise merupakan barang dagangan yang sudah siap untuk dijual. Berhubungan dengan sistem floor ready merchandise, setiap paket harus dikemas ulang dan isinya harus diperiksa untuk memastikan bahwa persediaan yang sampai sama dengan yang dipesan. Label harga dan alaram digunakan untuk melindungi toko dalam pencurian. Barcode digunakan untuk label. Garment digantung pada gantungan yang cocok. Pengiriman dicek sebelum dikirim ke toko. ( Menurut Levi & Weitz ,2002 : h337 )

Kegunaan outsourcing untuk bagian manufaktur dan servis industri adalah untuk peningkatan secara cepat. Tingkat pertumbuhan dari fungsi bisnis sedang dalam perluasan. Didalam untuk mendapatkan persaingan yang kompetitif, perusahaan dapat melakukan outsourced atau pencarian tenaga kerja dari luar perusahaan dengan menggunakan tingkat spesialisasi yang tinggi dengan dapat menggunakan keahlian mereka untuk meningkatkan tngkat keefisienan dalam pencarian tenaga ahli yang dibutuhkan. Dengan outsourcing dapat meningkatkan untuk mengurangi level staff yang rendah, menekan harga dan lebih flexible. Outsourcing itu lebih kepada untuk memotong harga. ( Menurut Burt, Dobler & Starling,2003 : h304 )

Perusahaan pihak ketiga
Banyak pengecer mengambil dari perusahaan pihak ketiga. Perusahaan ini memfasilitasi barang dagangan dari produsen ke pengecer, tetapi bersifat independent. Lebih spesifik mereka menciptakan :
1. transportasi
Pengecer harus memilih pengiriman yang hati- hati dan permintaan yang dapat dipercaya, jasa yang cocok.
2. pergudangan
Untuk memenuhi permintaan pengecer untuk penjual keliling agar pengiriman pada waktu yang tepat bagi barang dagangan yang dijual, banyak penjual keliling harus menyimpan barang dagangan kepada konsumen pengecer. Daripada memiliki gudang sendiri, penjual keliling lebih memilih memakai gudang umum yang dimiliki dan dioperasi pihak ketiga.
3. freight forwarders
Merupakan perusahaan yang menyediakan jasa pengiriman. Mereka menerima pengiriman kecil dari jumlah yang kecil sampai jumlah yang besar yang dikirim pada tarif yang rendah. Perusahaan ini menawar pengiriman dengan tarif yang murah daripada yang didapat dari perusahaan transportasi karena pengiriman yang kecil biasanya relative lebih mahal dari pengirman yang besar.
4. Jasa intergrasi pihak ketiga
Perbedaan antara transportasi pergudangan dan perusahaan pengiriman mulai tidak jelas pada akhir-akhir ini. Salah satu perusahaan yang bagus contohnya yang dapat memberikan gudang umum, pengiriman dan VAN. Strategi diversifikasi yang sama juga digunakan oleh pihak ketiga. Jadi pengecer mengatakan ini merupakan one stop shopping yang berguna.


Enterprise Resource Planning Systems ( ERP )
System perencanaan sumber daya perusahaan adalah tempat untuk menaruh seluruh data perusahaan di repository sentral, berbagi dengan departemen dengan perusahaan terpercaya yang lain dengan internet atau EDI. Dengan menggunakan ERP perusahaan dapat mengeliminasi duplikasi yang tidak berguna dan operasi streamline untuk menciptakan efiseiensi, efek dan aplikasi perluasan perusahaan. (Menurut Burt, Dobler & Starling,2003 : h192 )

Enterprise Resource Planning Systems adalah fungsi persilangan sistem perusahaan yang menggabungkan mengotomatkan proses bisnis internal yang banyak dari sebuah perusahaan, umumnya biasanya dalam manufaktur, logistic, distribusi, akuntansi, keuangan dan fungsi sumber daya manusia dari sebuah bisnis. ( Menurut James A. O’brien ,2004 : h212 )



ERP sebagai sistem informasi vital backbone dari suatu perusahaan, membantu perusahaan mencapai tingkat efisiensi, kemampuan dan respon yang diperlukan untuk sukses didalamlingkungan bisnis dinamis. Bagaimanapun menggunakan perangkat lunak ERP dalam suatu departemen secara terus menerus, termasuk modul, Web dan e-business software, telah membuat ERP lebih fleksibel dan gampang untuk digunakan, sebagus mitra bisnis perusahaan. ( Menurut James A. O’brien ,2004 : h212 )

Keuntungan dari ERP ( Menurut Burt, Dobler & Starling,2003 : h192 )
Ada beberapa kunci dari keuntungan bisnis dari sistem perusahaan :
1. Penurunan siklus waktu
ERP dapat menyediakan pokok keuntungan di dalam biaya dan penurunan waktu di kunci proses bisnis.
2. Transakasi informasi yang cepat
Sistem penyimpanan sebuah divisi akan mencapai tingkat penurunan waktu tertentu untuk masuk ke dalam informasi harga dari minimum lima hari.
3. Manajemen keuangan yang lebih baik
Salah satu fungsi dasar dari sistem ERP adalah mengatur informasi keuangan melalui perusahaan

4. Menyediakan lahan untuk e-Commerce
Data utama pada sebuah sistem ERP menyediakan hubungan pada sistem e-Commerce
5. Membuat proses pengetahuan secara diam – diam
Proses kunci, peraturan keputusan, dan struktur informasi dapat dimengerti dan didokumentasikan di sistem ERP.

ERP atau System Legacy merupakan suatu sistem informasi pasokan. Sistem ini memerlukan ongkos dan data – data sebelumnya dan proses transaksi untuk menjalankan rencana baru dan performa yang sudah ada. Legacy system ini dibuat untuk aplikasi mainframe yang telah digunakan pada tahun 1990 untuk melakukan transaksi otomatis seperti surat pesanan, proses pesanan, operasi pergudangan, management persediaan, transportasi dan transaksi financial. ( Menurut Bowersox,Closs & Cooper,2003 : h196 )

Sejak tahun 1990 an, banyak perusahaan yang menjadi sistem dari Legacy System menjadi sistem ERP yang lebih terorganisir modulnya dan databasenya yang stabil. Data ERP semakin lama semakin popular dikarenakan dapat meminimalisasi potensi kesalahan sejak masuk pada tahun 2000. Sistem ERP juga digunakan untuk memperluas kinerja perusahaan, kadang – kadang juga digunakan untuk database pergudangan, lalu tepat juga untuk memfasilitasi bagian logistic dan operasi rantai supply / operasi rantai pasokan. ( Menurut Bowersox,Closs & Cooper,2003 : h196 )

Tipikal transaksi ini diakomodasikan untuk surat pesanandan pengisian kembali barang – barang dan transaksi produksi. ( Menurut Bowersox,Closs & Cooper,2003 : h196 )






















Daftar Pustaka

Bowersox,Closs and Cooper, 2003, Supply Chain Logistics Mangement, Boston : Mc Graw-Hill

Burt, Dobler, Starling, 2003, World Class Supply Management, Boston : Mc Graw-Hill

O’brien James A. , 2004, Management Information Systems, Arizona : Mc Graw-Hill)

Levi and Weitz, 2001, Retailing Management, Boston : Mc Graw-Hill

McLeod and Schell, 2004, Sistem Informasi Manajemen, New Jersey : Prentice Hall

Melvin and Harriet,1992, Moderen Retailing, New Jersey : Prentice Hall

Internet :
Chopra, 2001
Harrison, Logistic and Supply Chain
Kalakota, 2000, Supply Chain Management
Turban, Rainer, Porter, 2004, Supply Chain Management
www.wikipedia.com / id.wikipedia.org
www.worldreference.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

thaks,telah mampir di blog saya.